Tampilkan postingan dengan label Debian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Debian. Tampilkan semua postingan

Pengertian MySQL

Masih Di Networking , kali ini lukman scom share tentang Apa itu MySQL dan bagaimana kerja MySQL tersebut

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL. 

Tidak sama dengan
 proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael "Monty" Widenius.

MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat closed source atau komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Keandalan suatu sistem database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya. Sebagai database server, MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL bisa sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase. Selain itu MySQL juga memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :



1. 1. Portability

MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.

1. 2. Open Source

MySQL didistribusikan secara open source (gratis), dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.

1. 3. Multiuser

MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.

1. 4. Performance tuning

MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.

1. 5. Column types

MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.

1. 6. Command dan functions

MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam query.

1. 7. Security

MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta password terenkripsi.

1. 8. Scalability dan limits

MySQL mampu menangani database dalam skala besar, dengan jumlah records lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.

1. 9. Connectivity

MySQL dapat melakukan koneksi dengan client menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).

1. 10. Localisation

MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada client dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meskipun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk didalamnya.

1. 11. Interface

MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).

1. 12. Clients dan tools

MySQL dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk administrasi database, dan pada setiap tool yang ada disertakan petunjuk online.

1. 13. Struktur tabel

MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan database lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.

MySQL sangat populer dalam aplikasi web seperti MediaWiki (perangkat lunak yang dipakai Wikipedia dan proyek-proyek sejenis) dan PHP-Nuke dan berfungsi sebagai komponen basis data dalam LAMP. Popularitas sebagai aplikasi web dikarenakan kedekatannya dengan popularitas PHP, sehingga seringkali disebut sebagai Dynamic Duo.

Untuk melakukan administrasi dalam basis data MySQL, dapat menggunakan modul yang sudah termasuk yaitu command-line (perintah: mysql dan mysqladmin). Juga dapat diunduh dari situs MySQL yaitu sebuah modul berbasis grafik (GUI): MySQL Administrator dan MySQL Query Browser. Selain itu terdapat juga sebuah perangkat lunak gratis untuk administrasi basis data MySQL berbasis web yang sangat populer yaitu phpMyAdmin. Untuk perangkat lunak untuk administrasi basis data MySQL yang dijual secara komersial antara lain: MySQL front, Navicat dan EMS SQL Manager for MySQL.

Pengertian Proxy Server


Tutorial kali ini masih tentang Networking, kali ini lukman scom akan sharing tentang PROXY Server, Anda mungkin pernah mendengar tentang keberadaan proxy server, tetapi apa itu sebenarnya? Dan bagaimana cara kerjanya? Apakah ia hanya untuk mempercepat koneksi ke Internet atau yang lain… disini kita akan membahasnya…

apa itu proxy server ?
proxy server adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet.
proxy server bertindak sebagai gateway terhadap dunia Internet untuk setiap komputer klien. Proxy server tidak terlihat oleh komputer klien: seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy server tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request yang dilakukannya. Web server yang menerima request dari proxy server akan menginterpretasikan request-request tersebut seolah-olah request itu datang secara langsung dari komputer klien, bukan dari proxy server.
proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan jaringan pribadi yang dihubungkan ke sebuah jaringan publik (seperti halnya Internet). Proxy server memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering karena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. Proxy server yang berfungsi sebagai sebuah “agen keamanan” untuk sebuah jaringan pribadi, umumnya dikenal sebagai firewall
bagaimana cara kerja proxy?
proxy server bekerja dengan mendengarkan request dari client internal dan mengirim request tersebut ke jaringan eksternal seolah-olah proxy server itu sendiri yang menjadi client. Pada waktu proxy server menerima respon dan server publik, ia memberikan respon tersebut ke client yang asli seolah-olah ia public server.


Pengertian FTP dan Fungsinya pada Jaringan Komputer



Pada saat ini Lukman SCom mau sharing tentang Networking, yaitu FTP, selanjutnya dijelaskan dibawah ini.


A. Pengertian FTP dan Fungsi FTP



Sebelum ke pengertian FTP, mari kita lihat bagaimana proses transfer data dari komputer klien ke server untuk memahami pengertian FTP sebenarnya.
Internet adalah jaringan komputer yang besar yang dikontrol oleh seperangkat aturan TCP/IP, yang memungkinkan komunikasi dan transfer data.  Setiap koneksi antar komputer pada jaringan itu ibarat percakapan.  Menurut sifat percakapan antara dua komputer, jenis protokol yang digunakan pun berbeda.  Dari sekiam banyak protokol Internet yang membuat transmisi data melalui Internet, salah satu yang paling penting adalah FTP atau File Transfer Protocol.
Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan penjelasan ringkas namun terperinci mengenai pengertian FTP / file transfer protocol dan apa Fungsi FTP atau aplikasinya di Internet. FTP adalah menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara Komputer server dan Komputer klien

B. Pengertian FTP dan Fungsi FTP Secara Eksklusif

Dari ilustrasi diatas mari kita tarik suatu pengertian FTP dari beberapa pendapat mengenai pengertian FTP.
Pengertian FTP yang pertama: File Transfer Protokol atau disingkat FTP adalah suatu protokol yang berfungsi untuk pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol TCP/IP. Dua hal pokok pada FTP yaitu FTP server dan FTP Client.
Pengertian FTP yang kedua: FTP merupakan sebuah protokol internet yang berjalan di dalam level aplikasi yang merupakan standar untuk proses transfer file antar mesin komputer dalam sebuah framework.
Fungsi FTP adalah yang utama melakukan pertukaran file dalam jaringan.
Fungsi FTP adalah Protokol yang melakukan  trasfer file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Fungsi FTP adalah mempermudah dalam pembagian file-file, mempercepat secara tak langsung atau implicyt menggunakan komputer remote, melindungi user dari berbagai file storage system antar host.
Fungsi FTP server adalah menjalankan perangkat lunak yang digunakan untuk pertukaran file atau dalam istilah asing file exchange, yang selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat request atau permintaan dari FTP client. FTP client adalah komputer yang meminta koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (upload dan download file). pada kesempata lain saya telah menjelaskan Fungsi FTP dan aplikasinya  secara lengkap  berdasarkan Pengertian FTP diatas

Cara Mensetting IP Alias di Debian

Mengkonfigurasi WEB SERVER pada Linux Debian 5 (Original Posting)

Saya dapat ilmu baru nih tentang Client Server Tepatnya saya lagi belajar ADMINISTRASI Server, Sebelumnya saya sudah share tentang Konfigurasi DNS Server Pada Debian, karena DNS dengan Web Server ini saling berkaitan karena itu saya akan share Tentang Cara Mengkonfigurasi WEB SERVER pada Linux Debian 5.
Langsung saja kita mulai:

A. Cara Menginstall WebServer didalam Debian Linux

1. Sebelum kita lanjut ke Web Server, kita sudah mengkonfigurasi DNS (Domain Name System) Server terlebih dahulu

2. Apabila kita sudah mengkonfigurasi DNS Server maka kita lanjut ke WEB Server. Pertama Kita Login ke Debian Sebagai ROOT, kemudian Kita ketikkan perintah:
#apt-get install apache2  (Tekan Enter)
#apt-get install php5 (Tekan Enter)
#apt-get install openssh-server (Tekan Enter)

B. Cara Mengkonfigurasi WebServer

1. Langkah Selanjutnya adalah membuat virtual host, kita ketikkan perintah seperti dibawah ini:


2. Lalu Masukkan Script yang dilingkari warna merah dibawah ini, untuk domain masukkan domain yang telah kita konfigurasi pada DNS Server.

3. Kemudian Kita akan men-Disable folder DEFAULT dengan perintah:
4. Lalu kita akan meng-Enable folder WEB dengan perintah:
5. Kemudian kita ketikkan perintah dibawah ini:
6. Selanjutnya kita masukkan kode HTML Website Kita Seperti:
7. Langkah Selanjutnya adalah kita restart konfigurasi kita tadi dengan mengetikkan perintah:
8. Nah ini adalah langkah terakhir yaitu pengecekkan melalui BROWSER dari Client, Kita ketikkan Domain kita yang telah kita konfigurasi tadi, Misalnya: LUKMANSCOM.NET , maka akan keluar hasil seperti gambar dibawah ini:

7 Keuntungan Menggunakan Debian GNU/Linux


Mengapa kita menggunakan O/S Debian GNU/Linux?
Pertanyaan di atas sangat mendasar dan perlu untuk dijawab sebelum kita memutuskan untuk memilih “Operating System (O/S). Di tengah iklim penegakan HAKI dan intensifnya operasi software bajakan, maka bangsa Indonesia perlu mencari solusi sistem operasi yang free, legal, dan OpenSource. Penggunaan software OpenSource membuat kita lebih mandiri mengembangkan IT di Indonesia, dan perputaran uang akan lebih banyak ke orang Indonesia. Salah satu software Open Source yang telah dipaket lengkap adalah Debian GNU/Linux.

(Sayang sekali, pengirim artikel ini anonymous dan tidak menyebutkan sumbernya, Red.)
Kembali pada pertanyaan di atas, maka dapat saya berikan paling tidak ada 7 keuntungan, jika kita menggunakan O/S Debian GNU/Linux, yaitu :
1. Admin Friendly 
Admin yang dimaksudkan adalah System Administrator (SysAdmin), yaitu orang yang bertanggung jawab akan kestabilan dan keamanan komputer server. Seringkali seorang SysAdmin perlu melakukan Remote Administration, yang mana sangat boros resources jika harus dilakukan pada lingkungan GUI (X-Windows), maka pilihan terbaik adalah dilakukan pada lingkungan Console (Shell). Hampir semua O/S UNIX-Like (sistem operasi berbasiskan UNIX) seperti Linux, BSD, Minix, masih melestarikan kekuatan console ini. Beberapa contoh Control Panel yang fleksibel digunakan pada lingkungan GUI maupun console adalah YasT pada O/S SUSE Linux (berbasis Redhat) dan Adminmenu pada O/S Libranet Linux (berbasis Debian). Tentu saja pada Debian juga tetap mempertahankan kekuatan dari lingkungan console.
2. User Friendly 
Pada awalnya O/S Linux dikenal sebagai O/S Server,bukan O/S Desktop. Seiring dengan perkembangan pengguna Linux, maka semakin banyak O/S Linux yang lebih meningkatkan “Kenyamanan User” tanpa harus mengorbankan kinerja, kestabilan dan keamanannya. Sebagai contoh O/S Mandrake Linux (berbasis Redhat), atau O/S Xandros Linux (berbasis Debian),dll. Tentu saja pada O/S Debian Linux juga mengalami evolusi yang sama.
3. Hardware Friendly 
Seringkali feature canggih dari sebuah O/S harus dibayar mahal dengan dukungan hardware yang sangat mewah Padahal jika sebuah O/S dioptimalkan kinerjanya,bisa berjalan pada hardware yang mungkin tergolong lama. Sebagai contoh pada O/S Libranet Linux 2.8.1, hardware minimalnya adalah Processor Intel Pentium 100, 64 MB RAM, dan 4GB ruang kosong Harddisk. Sedangkan pada O/S Debian Linux 3.1, sebagai O/S Desktop dibutuhkan minimal Processor Intel Pentium 100, 64 MB RAM, dan 3GB ruang kosong Harddisk.
4. Architecture Independent 
Pada umumnya sistem operasi jalan pada 1 arsitektur processor saja. Sebagai contoh O/S Mac-OS berjalan pada processor motorola (Mac PC) saja, sedangkan O/S Redhat yang pada awalnya mendukung beberapa jenis processor, sekarang O/S Redhat mendukung processor Intel saja. Debian sejak awal dapat berjalan pada beberapa processor, sampai release terbaru Debian dapat berjalan pada 11 arsitektur processor, yaitu Intel i386/i486/i586, Alpha, ARM, Intel IA-64, Motorola 68k, MIPS, PA-RISC, PowerPC, Sparc (dan UltraSparc), IBM S/390 dan Hitachi SuperH.
5. Kernel Independent
Kernel adalah “nyawa” dari sebuah sistem operasi, karena didalamnya berisi “library” yang akan menerjemahkan instruksi dari software aplikasi agar dapat dimengerti oleh hardware. Pada umumnya O/S hanya dapat mendukung satu jenis kernel saja, misalnya O/S Redhat Linux mendukung kernel Linux, sedangkan pada O/S FreeBSD mendukung kernel BSD. Anehnya Debian mendukung beberapa jenis kernel. Pada saat Debian berjalan diatas kernel linux, kita menyebutnya O/S Debian GNU/Linux. Selain itu Debian dapat juga berjalan diatas kernel Hurd atau BSD, maka kita menyebutnya O/S Debian saja. Jadi Debian sejak awal sudah bersiap diri jika suatu saat kernel linux tidak “free” lagi, maka Debian dapat menggunakan kernel lain yang masih “free”.
6. Free Software
Seringkali orang menyalah artikan istilah “free” dengan gratis. Padahal arti sebenarnya lebih kearah “kebebasan” untuk melakukan modifikasi secara keseluruhan sebuah O/S, karena kita memiliki akses sepenuhnya terhadap “source code” O/S tersebut. Pada sistem operasi komersial para penggunanya tidak diijinkan untuk mengakses kedalam “source code” nya, dan hanya diijinkan untuk merubah konfigurasinya saja. Artinya kita akan sepenuhnya mengantungkan hidup kita pada dukungan dari vendor tersebut jika terjadi kesalahan (bug) pada sistem operasi kita. Itulah alasan mengapa NASA memilih Debian sebagai sistem operasi mereka. Pada O/S Redhat tidak semua applikasinya disertai source code, sebab didalamnya terdapat juga aplikasi Shareware dan Freeware Lain halnya dengan O/S Debian yang akan mengeluarkan software aplikasi dari CD Releasenya, jika tidak bersedia memberikan souce codenya. Ini pernah terjadi pada KDE yang merupakan produk software komersial, sehingga beberapa release Debian tidak menyertakan KDE didalamnya, dan menggantinya dengan software OpenSource yakni GNOME. Namun karena akhirnya KDE bersedia memberikan source codenya, maka hingga kini Debian memasukkan KDE kedalam CD releasenya. Jadi Debian satu-satunya O/S yang 100% free (free, legal dan OpenSource).
7. Free Security Update
Hampir semua O/S menyediakan patching pada situsnya untuk menutup celah keamanan (security hole) pada sistem operasinya. Namun mereka tidak menyediakan patching pada software applikasi yang di-install diatas sistem operasi tersebut(ini diserahkan kepada vendor software aplikasinya). Pada situs resmi Debian (http://security.debian.org) memberikan patching pada sistem operasinya & juga semua applikasi yang di-install diatas Debian (dengan syarat proses instalasi harus sesuai prosedur instalasi secara debian). Salah satu keunggulan Debian dibandingan Linux lainnya adalah ketatnya “audit security” di tiap package aplikasinya. Seringkali sebuah “package aplikasi harus antri selama berbulan-bulan (bahkan sampai 3 tahun) baru bisa masuk ke CD Release Debian, karena dianggap masih memiliki celah keamanan pada package aplikasinya. Apakah akan berhenti proses “audit security” ketika sebuah package sudah masuk ke CD Release Debian, tentu tidak! Setiap kali ditemukan celah keamanan pada suatu package aplikasi pada CD Release Debian, maka akan diumumkan pada situs resmi debian, dan biasanya akan bermunculan berbagai solusi dari komunitas pengguna Debian. Maka solusi terbaik akan dipilih dan dimasukkan pada situs resmi diatas. Jadi siapa saja pengguna Debian diseluruh dunia yang online di internet, dan melakukan update security (dengan 2 perintah ajaib debian, yakni apt-update dan apt-upgrade), maka sistem operasi dan seluruh aplikasi yang terinstall diatasnya akan secara otomatis di patching. Jadi semakin kita rajin melakukan update security, maka O/S kita semakin aman. Dan hebatnya lagi semua itu diperoleh dengan gratis !
Apakah hanya terbatas pada 7 keuntungan diatas ? Jawabannya tentu saja tidak, sebab tiap pengguna O/S Debian bisa memberikan berbagai alasan mereka mengapa menggunakan Debian sesuai dengan profesi dan bidang pekerjaannya.
=======================================================
Debian memiliki konsep Distro Release yang ketat & teruji
=======================================================
Pada awal lahirnya Debian, konsep “distribution” (distro) masih merupakan hal baru. Distro adalah pengorganisasian kernel (Hurd,BSD, atau Linux), dengan software GNU (misalkan gcc, vi, fetchmail,dll), ditambah software OpenSource (misalkan Apache, MySQL, dll), dan lingkungan Shell nya (misalkan bash, ksh, csh, X, dll), kedalam sebuah paket aplikasi, lengkap dengan mekanisme installasinya, sehingga menjadi satu “Operating System” yang lengkap.
Distro bersifat “terbuka” (open) dan “bebas” (free),artinya distro terbuka bagi siapa saja untuk ikut memberi kontribusinya sebagai software developer, dan para pemakai bebas menggunakan / memodifikasi distro tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Agar standar kualitas yang tinggi tetap terjaga, maka dibuat “kebijakan”(policies) dan prosedur untuk membuat “paket aplikasi” (package). Debian adalah satu-satunya distro bersifat “Micro Package”, artinya distro yang menggunakan informasi “ketergantungan” (dependency) antar “package”, agar O/S tetap konsisten ketika mengalami proses upgrade. Untuk itu perlu didukung dengan beberapa “software-tools” seperti APT,Aptitude, dll. Karena begitu “powerfull-nya”, APT ini diadopsi oleh banyak O/S komersial yang tidak berbasiskan Debian seperti O/S Linspire Linux (berbasis Redhat).
Keunikan Debian lainnya adalah aturan release Distro Debian.Sering pada saat Distro Linux megeluarkan release terbaru, maka versi yang lama akan obsolete sedangkan aplikasi terbaru akan sulit diakses oleh non-developers. Pada Debian justru sebaliknya, versi lama tetap bisa diakses, sedangkan versi terbaru bisa dengan mudah digunakan siapa saja. Debian menggunakan 3 tipe release (3-tier release system), dan versi dengan angka (growing number of obsolete versions).
Adapun 3-tier Release System pada Distro Debian adalah sbb :
1. Current Release (Stable-Release) 
Merupakan release terakhir yang dikeluarkan oleh Debian. Saat tulisan ini ditulis current releasenya adalah Debian 3.1 dengan code-name "sarge”.
2. Current Pre-Release (Testing-Release)
Merupakan calon stable releaseberikutnya yang akan terus-menerus dilakukan perubahan dan test sebelum menjadi versi release. Saat tulisan ini ditulis current pre-release nya adalah Debian 3.2 dengan code-name “etch”.
3. Unstable Release (CodeName Sid)
Merupakan versi release dimana berkumpulnya aplikasi-aplikasi terbaru untuk dilakukan ujicoba secara intensif, dan memang release ini tidak dianjurkan digunakan pada suatu “production – system”. Seringkali terjadi “broken-package” pada saat proses instalasi pada versi ini, sebab aplikasi memang pada tahap ujicoba. Pemberian nama (code-name) pada Debian menggunakan nama – nama karakter dalam film kartun Toy Story. Nama Sid adalah karakter anak kecil yang sangat destruktif yang tidak boleh keluar dari rumah. Dan memang pada release inilah tempat dimana para developer aplikasi yang sangat berpengalaman melakukan “testing dan “debugging pada aplikasi baru. Namun banyak juga user Debian yang mengambil aplikasi-aplikasi dari “Unstable Release, yang kemudian dijalankan untuk diuji. Kadang mereka mendapatkan bahwa aplikasi dalam release ini sangat handal, yang tidak mereka temukan pada O/S terkenal lainnya.
Ada tier khusus yang seharusnya tidak boleh disentuh oleh user biasa pada umumnya, yaitu “Experimental”. Disinilah para developer mengolah package yg masih secara intensif dalam proses pengembangan. Seringkali banyak package aplikasi mengalami kegalalan dalam proses instalasi dan dapat merusak data pada aplikasi yang telah terinstall. Ini tejadi terutama pada aplikasi yang mengalami perubahan drastis. Jadi package yang ada dalam release “Experimental” hanya khusus untuk user yang benar-benar mengerti apa yang dia kerjakan, dan user yang ingin membantu melakukan tes terhadap software terbaru yang masih belum sepenuhnya siap (the very latest bleeding-edge software).
Beberapa release debian adalah sebagai berikut :
[Version-CodeName-Date] [Purpose]
1.1 Buzz (17/06/1996) obsolete Stable release
1.2 Rex (12/12/1996) obsolete Stable release
1.3 Bo (05/06/1997) obsolete Stable release
2.0 Hamm (24/07/1998) obsolete Stable release
2.1 Slink (09/03/1999) obsolete Stable release
2.2 Potato (15/08/2000) obsolete Stable release
3.0 Woody (19/07/2002) obsolete Stable release
3.1 Sarge (06/06/2005) current Stable release
3.2 Etch current Testing pre-release
n/a Sid current Unstable development version
n/a Experimental dangerous pre-release packages
Pada saat debian woody release (7 set CD), jika kita membuat sebuah “master mirror akan membutuhkan ruang kosong harddisk 80GB dan meliputi sekitar 11.000 package software. Sedangkan saat debian sarge release (14 set CD), meliputi sekitar 15.400 package software & dikerjakan oleh 1.600 “Debian Developers. Hebatnya lagi semuanya bersifat terbuka source codenya dan gratis (open source and free).
======================================================
Debian memiliki teamwork yang teroganisir sangat baik
======================================================
Proyek Debian secara resmi dicetuskan oleh Ian Murdock pada tanggal 16 Agustus 1993. Debian sendiri mempunyai ejaan resmi yaitu “deb ee n”, nama ini berasal dari gabungan nama pencetus Debian yakni Ian Murdock dan istrinya Debra.
Pada awalnya pembuatan Proyek Debian mendapat sponsor dari proyek FSF GNU (Free Sofware Foundation GNU) selama 1 tahun (Nopember 1994 sampai dengan 1995). Proyek Debian memberikan penekanan pada kehati- hatian dan kesinambungan dalam pembuatan package. Proyek dimulai dari sekelompok kecil “Free Software Hackers” (tightly-knit group of Free Software hackers), lalu secara bertahap berkembang menjadi komunitas besar “user “ dan “developer.
Debian adalah contoh dalam skala besar apa yang disebut oleh Eric S. Raymond sbg “project software development dg “Style Bazaar. Proyek debian sepenuhnya terbuka bagi siapa saja, melibatkan berbagai jenis orang yang berbeda, tiap orang melakukannya karena dia merasa senang melakukankannya. Walau dalam kenyataannya Debian tidak mempunyai legalitas kelembagaan, tidak ada perusahaan Debian, tidak ada pemegang saham,dewan komisaris,dewan direktur, bahkan organisasi non-profit (Debian menggunakan organisasi “Software in The Public Interest” sebagai payung hukum), namun Debian sendiri tetap berjalan sebagai sebuah “Proyek Kerjasama dalam Skala Besar”.
Struktur keanggotaan dalam Proyek Debian bersifat sukarela dan demokratis. Adapun struktur keanggotaannya dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :

1. Debian Users. 

Adalah siapa saja yang menggunakan distribusi Debian, baik sebagai “System Administrator yang menggunakan berbagai jenis prosessor, ataupun user biasa yang menggunakan Debian di rumahnya. Termasuk didalamnya adalah siapa saja yg secara langsung memberikan kontribusi kepada project, misalkan mengirimkan “patches, bug report, dan membuat debian packages.
2. Debian Developers (DD).
Saat ini ada sekitar 1.600 DDs yang memiliki beberapa hak tambahan yaitu mereka dapat secara langsung meng-upload package software (karena merekalah yang membuat dan merawat package). User selain DD yang menginginkan package-nya masuk kedalam Distro Debian, harus mendapatkan sponsor dari DD, jika tidak mereka tidak akan dapat mengupload package software kedalam antrian. Seorang DD dapat juga memberikan pilihan (vote) pada saat penentuan policy atau pada saat pemilihan posisi-posisi khusus pada proyek Debian, dan mereka dapat juga mencalonkan diri mereka sendiri.
3. Debian developer yg memegang posisi khusus (Official Positions). 
Posisi khusus tsb antara lain adalah “Debian Project Leader (DPL), anggota “Technical Committee, “Release Manager pada setiap release dari O/S Debian, dan manager dari berbagai infrastruktur seperti “mirrors dan “build farm. Untuk mendapatkan penghargaan dari orang-orang yang terlibat dalam “Debian Project dan agar diakui menjadi “Debian Developer, yg perlu dilakukan adalah berikan kontribusi nyata ke “Debian Project. Jadi segeralah subscribe ke “Debian-Devel dan terlibat didalamnya.
Debian mengalami beberapa kali perubahan kepemimpinan sejak 1993. Adapun beberapa nama yang pernah menjadi Debian Project Leader (DPL) adalah sbb :
[Nama] [Periode-Kepemimpinan]
Ian Murdock Agustus 1993 – Maret 1996

Bruce Perens April 1996 – Desember 1997

Ian Jackson Januari 1998 – Desember 1998
Wichert Akkerman Januari 1999 – Maret 2001
Ben Collins April 2001 – April 2002
Bdale Garbee April 2002 – April 2003
Martin Michlmayr Maret 2003 – Maret 2005
Branden Robinson April 2005 – sekarang (saat tulisan ini dibuat)

Kira-kira kapan ya, banyak orang Indonesia yang jadi “Debian Developers, syukur-syukur jadi Debian Project Leader (DPL) ?
=================================================

Debian menjadi “mesin” bagi banyak O/S OpenSource

=================================================

Karena begitu populernya sistem operasi Debian akhir-akhir ini, juga akibat kekecewaan para pengguna O/S Redhat (sebab menjadi 100% produk komersial), maka banyak penggemar Linux dan penggemar produk OpenSource beralih ke O/S Debian GNU/Linux. Sayangnya Debian dikenal sebagai O/S dengan konsep “software development yg “kaku dan kolot”, dimana sangat pelit memasukkan software “OpenSource versi terbaru kedalam distronya, sebelum benar-benar teruji dari sisi keamanannya ataupun kestabilannya.
Maka banyak pihak membuat distro sendiri, namun tetap menggunakan “mesin” Debian, yg terkenal stabil & secure. Karena “social contract” dari debian mengharuskan debian “free, maka jika dikomersialkan harus menggunakan nama lain, dan harus berbeda pengemasan distronya. Beberapa contoh distro komersial berbasiskan debian adalah Libranet Linux, Xandros Linux, Mepis Linux, dll. Sedangkan contoh distro non-komersial berbasiskan debian adalah Knoppix Linux, Gnoppix Linux, Ubuntu Linux, Phlak Linux, INSERT Linux, Progeny Linux, dll.

Cara Membuat Router dengan Linux Debian 6.0 (Original Posted)

Baiklah teman blogger, Kebetulan sekarang sedang belajar Administrasi Server, Jadi ilmu ni sangat berguna bagi teman yang belajar ADM Server. Ya Lukman sekarang akan sharing tentang Debian yaitu, Cara membuat Router dengan Linux Debian 6.0, Dibawah ini lukman akan jelaskan langkah-langkah membuat Router Dengan Linux Debian 6.0, Langsung saja ke TKJ eh salah, maksudnya ke TKP.
Langkah Langkahnya:
1. Kita harus mempunyai 2 buah Ethernet Lan Card yang digunakan untuk menghubungkan dari Internet Ke router dan Dari Client Ke Router,

2. Setelah kita selesai menginstalkan DEBIAN 6.0 selanjutnya kita login ke Debian dengan Root, kita masukkan Username dan passwordnya
 3.  Apabila sudah berhasil masuk akan tampil seperti gambar dibawah ini
 4. Kemudian ketikkan perintah #nano /etc/network/interfaces seperti gambar dibawah ini, lalu ENTER
 5. Maka akan muncul jendela seperti gambar dibawah ini
 6. Kemudian tambahkan satu lagi ethernet yaitu eth1 dengan mengetikkan perintah seperti dibawah ini
 7. Kemudian tekan CTRL + X kemudian pilih Yes untuk menyimpan hasil settingan, Lalu ketikan perintah dibawah untuk merestart jaringan lalu tekan ENTER
Rounded Rectangular Callout: Hasil ping apabila terkoneksiRounded Rectangular Callout: Ping ke eth08.  Maka jaringan akan otomatis merestart, selanjutnya kita lakukan test ping ke eth0 dan ke eth1 dengan mengetikkan perintah dibawah ini
 9.  Apabila sudah terkoneksi langkah selanjutnya adalah dengan mengetikkan perintah berikut, lalu tekan ENTER.
 10.  Maka akan tampil seperti tampilan dibawah ini
 11.  Kemudian pada perintah berikut hilangkan tanda “#” yg dintujukkan oleh panah hijau, akan menjadi net.ipv4.ip_forward=1
 12. Kemudian tekan CTRL + X kemudian pilih Yes untuk menyimpan hasil settingan, kemudian ketikkan perintah #nano /etc/rc.local seperti form dibawah ini, kemudian ENTER
 13. Maka akan keluar hasil seperti form dibawah ini
 14. Kemudian tambahkan perintah dibawah ini tepat dibawah # By default this script does nothing,
 15. Kemudian tekan CTRL + X kemudian pilih Yes untuk menyimpan hasil settingan, kemudian ketikkan perintah dibawah ini untuk merestart system. Kemudian tekan ENTER, maka system akan merestart sendir
 16. Sekarang coba kita lakukan PINGING ke eth0 dan ke eth1
Ping ke ETH0
 17. Ping ke ETH1
18.  Itu menandakan kita sudah berhasil membuat sebuah router pada Linux DEBIAN 6.0.

---===SELESAI===---

Dibuat  oleh Lukmanul Hakim
Teknik Komputer dan Jaringan
Jika Gambarnya Kurang Jelas, Teman klik saja gambar tersebut maka akan lebih jelas, terima kasih.
Jangan lupa Coment nya ya, terima kasih telah mengunjungi Lukman SCom Site, Moga Bermanfaat

Konfigurasi DNS Server Pada Debian Versi 2

DNS SERVER PADA DEBIAN 
Assalamualaikum wr.wb
Artikel ini akan membahas tentang cara Konfigurasi DNS server pada Linux Debian..
Hal yang harus kita ketahui untuk membuat DNS server file yang harus di konfigurasi pada linux yaitu bernama : named.conf. Edit file ini untuk mengkonfigurasi DNS Server.. Dengan IP server 192.168.1.1
cara seperti berikut :
  1. Agar FIle named.conf bisa di edit paket debian yang harus kita install adalah paket bind ataunamed dengan cara :
              server@root #apt-get install bind
  1. setelah terinstalla cari file named.conf dengan cara :
              server@root #locate named.conf
              /etc/bind/named.conf
  1. Setelah itu edit file tersebut dengan perintah :
             server@root #mcedit /etc/bind/named.conf
  1. lalu tambahkan konfigurasi di bawah kedalamnya :
              zone "iman-tkj.com" {
                         type master;
                         file "/etc/bind/zones/iman-tkj.com";
              };
              zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
                         type master;
                         file "/etc/bind/zones/forward.iman-tkj.com";
             };
  1. Setelah itu Copy file /etc/bind/db.local dengan nama /etc/bind/zones/iman-tkj.comdan file /etc/bind/db.127 dengan nama /etc/bind/zones/forward.iman-tkj.comdengan cara :
    server@root #cp /etc/bind/db.local  /etc/bind/zones/iman-tkj.com
             server@root #cp /etc/bind/db.127  /etc/bind/zones/forward.iman-tkj.com
  1.  Lalu edit kedua file tadi seperi dibawah ini :
              server@root #mcedit /etc/bind/iman-tkj.com
               $TTL 604800
               @ IN SOA iman-tkj.com. root.iman-tkj.com. (
                                                           1 ; Serial
                                                604800 ; Refresh
                                                  86400 ; Retry
                                              2419200 ; Expire
                                               604800 ) ; Negative Cache TTL
                                                       ;
               @          IN     NS             iman-tkj.com.     # di ganti dengan nama domain yang anda gunakan
               @          IN     A                192.168.1.1         # ganti ip yang anda gunakan
                www    IN    CNAME     @

               server@root #mcedit /etc/bind/forward.iman-tkj.com
               $TTL 604800
               @ IN SOA iman-tkj.com. root.iman-tkj.com. (
                                                           1 ; Serial
                                                604800 ; Refresh
                                                  86400 ; Retry
                                              2419200 ; Expire
                                               604800 ) ; Negative Cache TTL
                                                       ;
               @          IN     NS             iman-tkj.com.     # di ganti dengan nama domain yang anda gunakan
                1           IN     PTR          192.168.1.1        # di ganti dengan ip anda
  1.  Setelah itu edit file /etc/resolv.conf seperti dibawah ini :
              server@root #mcedit /etc/resolv.conf
              nameserver 192.168.1.1
  1. Reload paket bind dengan cara berikut :
             server@root #/etc/init.d/bind restart

Konfigurasi DNS Server Pada Debian Versi 1

Membuat DNS Server di Debian


Nah! Kali ini saya akan Menerangkan Langkah-Langkah Konfigurasi DNS Server di Debian.
Nah! langsung saja ini dia langkah demi langkahnya ( step by step)

Sebelum Ke langkah Membuat DNS Server di Debian Kita perlu konfigurasi IP, Berikut Langkah-langkah'nya.

1. LANGKAH-LANGKAH KONFIGURASI DEBIAN
  • Login : jarkom (contoh)
  • Passwd : jarkom (contoh)
  • Masuk aplikasi root terminal : aplikasi >accesoris>root terminal


ALAMAT IP
Melihat IP : #ifconfig enter
  • mengkonfigurasi : pico /etc/network/interfaces
ketik:
allow-hotplug eth0
iface eth0 inet static
address 200.100.50.20
netmask 255.255.255.240
network 200.100.50.16
broadcast 200.10.50.31

allow-hotplug eth1
iface eth0 inet static
address 192.168.3..9
netmask 255.255.255.224
network 192.168.3.0
broadcast 192.168.3.31
gateway 192.168.3.30


SIMPAN

Restart service dengan perintah : /etc/init.d/networking restart


2. MEMBUAT DNS SERVER

  1. index paket dg perintah : apt-cdrom add enter masukan dvd ke dvdrom, tunggu sampai selesai
  2. menginstall DNS server dg perintah : apt-get install bind9 enter dvd harus di dalam dvdrom, tunggu sampai selesai
Mengkonfigurasi DNS Server ada tiga file yang perlu di konfigurasi yaitu file :
  1. konfigurasi utama (named.conf)
  2. zona forward (sekolah)
  3. zona revers (sekolah.rev)

SETING FILE NAMED.CONF

  • Buka file named.conf dg perintah : pico /etc/bind/named.confTambahkan isian zona berikut :

zone "sekolah.sch.id" {
type master;
file "/etc/bind/db.sekolah"; };
zone "50.100.200.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.sekolah.rev"; };



KELUAR & SIMPAN

Buat file db.sekolah dengan langkah :
  1. Langkah pertama menyalin file db.local menjadi db.sekolah dengan perintah : cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.sekolah
  2. Langkah kedua buka file tersebut dg perintah : pico /etc/bind/db.sekolah
  3. Tulis seperti berikut :

;
; BIND data file for domain sekolah.sch.id
;
$TTL 604800
@ IN SOA sekolah.sch.id. root.sekolah.sch.id. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN A sekolah.sch.id.
ns IN A 200.100.50.20
www IN A 200.100.50.20
jurusan IN A 200.100.50.20


KELUAR n SIMPAN


Buat file db.sekolah.rev dengan langkah :
  1. Langkah pertama menyalin file db.0 menjadi db.sekolah.rev dengan perintah : cp /etc/bind/db.0 /etc/bind/db.sekolah.rev
  2. Langkah kedua buka file tersebut dg perintah : pico /etc/bind/db.sekolah.rev
  3. Tulis seperti berikut :


;
; BIND reverse data file for broadcast zone
;
$TTL 604800
@ IN SOA sekolah.sch.id. root.sekolah.sch.id. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS sekolah.sch.id.
20 IN PTR ns.sekolah.sch.id.
20 IN PTR www.sekolah.sch.id.
20 IN PTR jurusan.sekolah.sch.id.


KELUAR dan SIMPAN

  • Buka file resolv.conf dengan perintah : pico/etc/resolv.conf
  • Tambahkan baris berikut :

nameserver 200.100.50.20


KELUAR dan SIMPAN


  • Buka file hosts dengan perintah : pico /etc/hosts
  • Edit menjadi berikut :

127.0.0.1 localhost
200.100.50.20 www.sekolah.sch.id www


KELUAR n SIMPAN

  • Buka file hostname dengan perintah : pico /etc/hostname
  • Apapun yang ada di situ dig anti dengan www

KELUAR n SIMPAN

  • Restart DNS server dengan perintah : /etc/init.d/bind restart
  • Tes DNS server dengan perintah :

ping www.sekolah.sch.id
ping jurusan.sekolah.sch.id


jika berhasil maka ada reply

Nah selesai Langkah-langkah Konfigurasi DNS Server di Debian
Semoga artikel Membuat DNS Server di Debian ini bermanfaat, Amin.,
Sumber artikel http://wischain.blogspot.com

Klick Here!

 
Design by Lukman SCom Site | Bloggerized by Lukmanul Hakim - Teknik Komputer dan Jaringan | Welcome To my blog